Rabu, 02 Maret 2016

Pantai Ngobaran


Hari minggu kemarin saya beserta pacar mau berangkat kota – kota niatnya sih mau nengok kota Jogja kepengen Pantai, heheheheheee tujuan saya ke Pantai Ngobaran Berangkat pukul 8 pagi dari Solo sampai sana sekitar jam 11, hmmm lumayan lama juga yah dan pedes juga nich rasanya duduk terus.














Introduksi
Pantai Ngobaran terletak di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Ngobaran berasal dari kata Kobaran yang artinya terbakar. Pantai ini disebut dengan Ngobaran karena konon kawasan tempat ini dahulunya menjadi tempat bagi Prabu Brawijaya V (keturunan terakhir Kerajaan Majapahit 1464-1478 Masehi) membakar diri karena tidak mau berperang melawan putranya sendiri yaitu Raden Patah. Namun kebenaran cerita ini masih disangsikan oleh para ahli sejarah karena tidak ditemukan bukti-bukti yang menguatkan dugaan tersebut.


Pantai Ngobaran adalah sebuah pantai yang sering digunakan untuk melakukan berbagai ritual keagamaan. Di kawasan pantai ini terdapat masjid yang berdiri berdampingan dengan pura yang menghadap ke arah pantai. Selain itu beberapa arca dan stupa juga ada di kawasan ini.


Tak hanya eksotis, Pantai Ngobaran juga menyimpan banyak pesona yang sangat menawan untuk dinikmati. Beberapa pura, candi dan patung dewa-dewa layaknya di Bali memang bisa Anda jumpai di kawasan ini. Namun Anda tidak diperbolehkan masuk ke dalam pura tersebut. Bila hanya berfoto dengan latar belakang pura tentunya masih diperbolehkan. Suasana kawasan pantai ini memang berbeda dengan pantai lainnya yang ada di kawasan Gunungkidul. Berada di kawasan pantai ini dengan pura, candi hingga patung-patungnya, seakan-akan membuat kita sedang berada di Pulau
Bali.

Pantai Ngobaran tidak memiliki pantai yang landai, di sini pantai langsung bertemu dengan tebing dan bebatuan karang.

Dan sangat disarankan untuk tidak berenang ke tengah pantai dikarenakan pasir yang tidak landai dan ombak yang cukup besar. Di pantai ini, Anda bisa menikmati keindahan alam dan pemandangan luas laut selatan dari atas tebing.

Di pantai Ngobaran hampir semua penduduknya berprofesi sebagai nelayan, oleh sebab itu Anda dapat membeli hasil tangkapan mereka yang berupa ikan, lobster ataupun berbagai jenis alga sebagai oleh-oleh. Ada tiga jenis alga yang dapat Anda beli, yaitu alga jenis simbar sebagai bahan pembuat kerupuk bisa dibeli dengan harga sekitar Rp 3.000 hingga Rp 5.000. Alga jenis lumut yang bisa dibeli dengan harga sekitar Rp 2.000 per kilogram. Serta alga jenis ager (bahan pembuat agar-agar), harganya sekitar Rp 1.500 per kilogram.

Kehidupan Nelayan


Setelah Selesai membeli oleh - oleh saya beserta pacar langsung menuju ke bibir pantai, memang saat itu cuaca agak mendung dan angin berhembus dingin. Kami berdua dikejutkan oleh Risma dan Ardi salah satu kawan lamaku, ternyata dia juga sedang berkunjung  di Pantai Ngrenehan ini. Momen tersebut aku manfaatkan kusuruh si Risma untuk mengambil gambar kita berdua dan objek yang saya pilih ialah kapal para nelayan. Simak Fotonya :











Memang di desa Ngrenehan / Pantai Ngrenehan ini masyarakatnya bergerak dibidang Nelayan, banyak kepala keluarga yang menjadi nelayan demi mencukupi kehidupannya beserta keluarga. Ombak yang besar bukan sebuah halangan untuk mencari rejeki. Dimana ada kemauan disitu ada jalan, wajar di Pantai ini tercium bau amis ikan pasalnya tak jauh dari pantai ada pusat pelelangan ikan. Banyak macam ikan yang dijual disana uniknya kalau membeli disini tergolong lebih murah ketimbang sudah disetorkan ke pasar. Aku ingin berlama lama singgah dipantai ini, saat matahari terbenam adalah saat yang kutunggu.

Pantai Ngrenehan


Hari minggu kemarin saya beserta pacar mau berangkat kota – kota niatnya sih mau nengok kota Jogja kepengen Pantai, heheheheheee tujuan saya ke Pantai Ngrenehan. Berangkat pukul 8 pagi dari Solo sampai sana sekitar jam 11, hmmm lumayan lama juga yah dan pedes juga nich rasanya duduk terus .

Tetapi setelah sampai di Ngrenehan rasa capek mendadak hilang seketika saya terkagum akan suasana damai Pantai di Wonosari ini. Saya pun disambut baik oleh warga disana. Biaya masuk Pantai  Cuma Rp.10.000,- per orang. Biaya parkir 1 motor cukup dengan Rp. 2.000,- disana banyak juga yang menjual berbagai macam souvenir tentu saja pakaian untuk berenang, Restoran, bagi yang ingin menjalankan ibadah sholat... tenang kawan ada mushola kok disana, tengok nich kegembiraan saya beserta pacar.









Oke sekarang Saya akan berbagi tentang pantai Ngrenehan
Pantai Ngrenehan merupakan pantai nelayan. Terletak di desa Kanigoro Kecamatan
Saptosari kurang lebih 30 km di sebelah selatan kota Wonosari. Suatu pantai berupa teluk yang dikelilingi hamparan perbukitan kapur dan memiliki panorama yang sangat memukau dengan deburan ombak menerpa pasir putih. Para wisatawan dapat menyaksikan aktivitas kegiatan nelayan dan menikmati ikan siap saji atau membawa ikan segar sebagai oleh - oleh.
Jalan menuju ke Pantai  Ngrenehan sungguh menantang.

Kita akan melewati jalan yang berliku-liku, naik dan turun. Mungkin salah satu sebab pantai ini masih rapi dan alami adalah, jalan menuju pantai ini masih alami juga. Berliku- liku dan berkelok-kelok, jadi nggak banyak wisatawan yang berkunjung ke pantai ini.
Ombak di Pantai Ngrenehan ini tidak terlalu besar. Oleh karena itu cukup aman untuk berenang dan menangkap ikan. Pasirnya putih dan lembut. Di sini terdapat TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang cukup ramai. Jika kita datang pagi, kita dapat belanja aneka ikan segar yang baru dibawa oleh nelayan di sini. Di sekitar pantai banyak terdapat rumah makan dengan menu ikan segar.

Kita dapat memilih ikan yang kita inginkan di sini. Harganya tak terlalu mahal karena langsung dibeli dari nelayan. Ikan goreng dan sambalnya sangat layak untuk dicoba. Di utara pantai Ngrenehan, terdapat bukit karang. Bukit ini unik karena karangnya persis koral yang ada di laut. Bahkan, terlihat banyak cangkang kerang kecil berserakan di sini. Yang akan mengunjungi pantai ini,dapat mengikuti papan petunjuk menuju Pantai Ngrenehan.

Melewati mata air Namberan Trowono,kemudian di teruskan di Kanigoro, Saptosari. Tidak lama kemudian, ada pertigaan dengan papan penunjuk arah : ke kanan Pantai Ngobaran  dan ke kiri Pantai Ngrenehan. Ikutilah papan petunjuk tersebut,  dan tibalah di pantai eksotis ini.